Film everest yang diangkat dari kisah nyata memang menjadi menarik perhatian para penonton, sebab di film ini menggambarkan kejadian seorang pendaki professional yang berhasil sampai puncak gunung everest.

Tidak kalah menarik dengan film-film dari kisah nyata lainnya, film everest sanggup memberikan secara detail mengisahkan para pendaki gunung dari titik bawah di Nepal.

Bagi para pendaki professional, mendaki paling ekstrem adalah mencapai Gunung Everest dengan ketinggian 8.848 mpdl. Bagi mereka yang hobinya mendaki gunung, film yang satu ini sangat cocok untuk menemani kamu saat dirumah saja. Kisah dari Gunung Everest tak pernah habis. Dari catatan para pendaki dan ekspedisi, film everest selalu membawa cerita kesuksesan maupun kesedihan.

Menurut adaptasi dari buku berjudul into thin air: a personal account of the mt. Everest, milik john krakauer, maka film kisah nyata ini dapat kita nikmati tahun ini di bioskop.

Kisah film everest dibintangi oleh Rob Hall (Jason Clarke) sebagai pemeran utama dan beliaulah yang memimpin kawan-kawannya agar mencapai puncak. Rob Hall melewati tantangan yang tidak bisa dibilang mudah. Mulai dari kehilangan keseimbangan, konflik pendapat, simaksi makanan, persediaan alat yang kurang memadai, dll.

Fim everest yang diambil dari kisah nyata ini wajib kamu tonton guys!! Tentunya kamu juga akan merasakan ketegangan yang ada di dalam adegan film ini. Film yang dibintangi oleh Scott Fischer (Jake Gyllenhaal), Beck Weathers (Josh Brolin), Guy Cotter (Sam Worthington), Andy Harris (Martin Henderson), Doug Hansen (John Hawkes), hingga sang penulisnya sendiri ikut serta berada di film everest.

Sutradara dari film ini mampu memberikan adegan maut yang membuat para penontonnya juga terbawa oleh suasana di Gunung Everest. Baltasar Kormakur sebagai sutradara dari film ini tidak memaksakan bagi para pemainnya untuk akting yang terlalu emosional. Film ini terlihat begitu natural dan seperti tidak ada adegan yang dibuat-buat.

Pada saat syuting film everest dijelaskan di sekitar kaki gunung everest, kita diperlihatkan oleh estetika panorama alam yang ada di sana. Malah setelah para pendaki menempuh sisi dan puncak gunung, penonton dipastikan terbawa oleh suasana filmnya dan ikut serta merasakan dinginnya badai Gunung Everest saat itu.

Adegan yang ada di film ini juga masuk akal, semua terkesan seperti natural, ada juga beberapa adegan yang sangat menegangkan. Dimana film everest ini meninggalkan sejarah yang mendalam bagi kisah nyatanya. Bahwa tak semua pendaki yang bisa selamat, melainkan ada seorang pendaki dari film ini yang merenggut nyawanya.

Walaupun film ini masih termasuk film yang teratas di tahun ini, bukan berarti film ini tidak mempunyai kekurangannya guys!! Dalam film yang diambil dari kisah nyata ini ada beberapa pemain film yang kurang maksimal saat melewati medan terberat di gunung es tersebut.

Selain itu, film everest juga memiliki alur yang tidak begitu rumit. Melainkan terlalu fokus pada penglihatan para pendaki yang sudah mencapai puncak dan beberapa pendaki yang kehilangan nyawa.

Mungkin bagi kamu yang belum pernah merasakan mendaki gunung, tak akan mengetahui sulitnya medan yang ditempuh. Apalagi Gunung Everest yang sudah mencapai 20-40 derajat celcius, sangat jarang para pendaki yang bisa finish hingga puncak everest ini. Film yang diambil dari kisah nyata ini terjadi pada tahun 1996 masih menjadi film dambaan bagi para penontonnya. Nyatanya film ini dibuat dengan panorama 3D yang menampilkan view sangat indah dan lebih nyata.

admin